Provinsi Jawa Timur memiliki infrastruktur transportasi udara yang cukup lengkap. Mulai dari bandara bertaraf internasional seperti Juanda hingga bandara perintis di daerah terpencil, semuanya berperan penting dalam mendukung mobilitas, pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi. Setiap bandara memiliki kapasitas dan karakteristik tersendiri sesuai fungsinya. Berikut adalah daftar lengkap nama-nama bandara di Jawa Timur, lengkap dengan lokasi, jenis, operator, dan kapasitas rata-rata penerbangan per hari:

1. Bandara Internasional Juanda (SUB) – Sidoarjo/Surabaya
Lokasi: Sedati, Sidoarjo (±20 km dari pusat Surabaya)
Jenis: Internasional
Operator: PT Angkasa Pura I
Kapasitas Penerbangan: ±250 penerbangan per hari (gabungan domestik dan internasional)
Catatan: Bandara di jawa timur terbesar dan tersibuk. Melayani rute ke berbagai kota besar di Indonesia dan luar negeri seperti Singapura, Kuala Lumpur, Jeddah, hingga Tokyo.

2. Bandara Abdul Rachman Saleh (MLG) – Malang
Lokasi: Pakis, Kabupaten Malang
Jenis: Domestik
Operator: TNI AU & UPBU
Kapasitas Penerbangan: ±12–20 penerbangan per hari
Catatan: Pintu masuk utama menuju Kota Malang dan Batu. Tersedia rute ke Jakarta, Bali, dan beberapa kota lainnya. Juga digunakan untuk kepentingan militer.

3. Bandara Trunojoyo (SUP) – Sumenep, Madura
Lokasi: Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep
Jenis: Domestik (perintis)
Operator: Kementerian Perhubungan
Kapasitas Penerbangan: 1–2 penerbangan per hari
Catatan: Melayani rute pendek seperti Sumenep–Surabaya dan Sumenep–Banyuwangi menggunakan pesawat kecil. Cocok untuk mobilitas antar pulau di wilayah Madura dan sekitarnya.

4. Bandara Notohadinegoro (JBB) – Jember
Lokasi: Ajung, Kabupaten Jember
Jenis: Domestik (perintis)
Operator: Pemkab Jember
Kapasitas Penerbangan: 1–2 penerbangan per hari (kadang tidak setiap hari)
Catatan: Bandara kecil yang sempat tidak aktif, namun terus diupayakan pengembangan rute ke Surabaya, Banyuwangi, dan Bali.

5. Bandara Banyuwangi (BWX)
Lokasi: Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi
Jenis: Domestik (dalam proses menuju internasional)
Operator: PT Angkasa Pura II
Kapasitas Penerbangan: ±12–18 penerbangan per hari
Catatan: Dikenal sebagai “Green Airport” pertama di Indonesia. Melayani rute ke Jakarta, Surabaya, Denpasar, dan Lombok. Ada rencana ekspansi rute internasional ke Malaysia dan Singapura.

6. Bandara Iswahjudi (MWK) – Magetan
Lokasi: Maospati, Kabupaten Magetan
Jenis: Militer (komersial terbatas)
Operator: TNI AU
Kapasitas Penerbangan: Hanya 1–2 penerbangan komersial per hari saat dibuka
Catatan: Merupakan pangkalan udara militer, namun pada beberapa periode dibuka untuk penerbangan komersial ke Jakarta.

7. Bandara Ngloram (CPF) – Cepu
Lokasi: Blora, Jawa Tengah (dekat perbatasan Jatim)
Jenis: Domestik (perintis)
Operator: Kementerian Perhubungan
Kapasitas Penerbangan: 1–2 penerbangan harian
Catatan: Meskipun secara administratif di Jawa Tengah, bandara ini sangat strategis untuk masyarakat Bojonegoro dan Ngawi.
[Rencana Baru] Bandara Dhoho – Kediri
Lokasi: Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri
Jenis: Internasional (dalam pembangunan)
Operator: PT Surya Dhoho Investama (anak usaha Gudang Garam)
Target Operasi: Akhir 2025
Kapasitas Penerbangan: Dirancang melayani ±50 penerbangan per hari tahap awal
Catatan: Akan menjadi bandara internasional pertama di Indonesia yang dibangun oleh swasta murni. Dirancang untuk melayani wilayah Mataraman dan sekitarnya.
Tabel Ringkasan
| No | Nama Bandara | Lokasi | Jenis | Rata-rata Penerbangan per Hari |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Juanda (SUB) | Sidoarjo/Surabaya | Internasional | ±250 |
| 2 | Abdul Rachman Saleh (MLG) | Malang | Domestik | ±12–20 |
| 3 | Trunojoyo (SUP) | Sumenep | Domestik | 1–2 |
| 4 | Notohadinegoro (JBB) | Jember | Domestik | 1–2 |
| 5 | Banyuwangi (BWX) | Banyuwangi | Domestik | ±12–18 |
| 6 | Iswahjudi (MWK) | Magetan (Madiun) | Militer | 1–2 (komersial terbatas) |
| 7 | Ngloram (CPF) | Cepu (akses ke Jatim) | Domestik | 1–2 |
| 8 | Dhoho (dalam pembangunan) | Kediri | Internasional | ±50 (proyeksi awal) |
Penutup
Dari Surabaya hingga ke pelosok Madura dan ujung timur Banyuwangi, jaringan bandara di Jawa Timur terbukti menjadi tulang punggung mobilitas regional. Dengan terus dikembangkannya infrastruktur udara seperti Bandara Kediri dan rute-rute baru di bandara perintis, masa depan transportasi udara di Jawa Timur terlihat semakin menjanjikan.
Tips Tambahan:
Gunakan platform seperti Traveloka, Tiket.com, atau Google Flights untuk melihat jadwal dan ketersediaan penerbangan terkini.
Jika Anda berada di wilayah barat Jawa Timur (Kediri, Tulungagung, Blitar), nantikan pembukaan Bandara Dhoho sebagai alternatif selain Juanda.

