Jika Terminal Daya dikenal sebagai pusat bus antarkota antarprovinsi di Makassar, maka Terminal Malengkeri adalah denyut nadi transportasi regional yang menghubungkan Makassar dengan berbagai kota di Sulawesi Selatan. Terletak di Jalan Malengkeri, Kecamatan Tamalate, terminal ini memiliki peran yang tidak hanya sebagai titik keberangkatan, tetapi juga sebagai simpul ekonomi dan sosial bagi warga sekitar.

1. Sejarah dan Transformasi Terminal Malengkeri
Terminal ini awalnya hanya berupa lokasi perhentian angkutan kecil di selatan Kota Makassar. Namun, dengan pertumbuhan mobilitas penduduk dan kebutuhan transportasi darat yang semakin besar, terminal ini kemudian dikembangkan oleh pemerintah kota sebagai terminal tipe B. Fungsinya diarahkan khusus untuk melayani trayek antar-kabupaten dalam Provinsi Sulawesi Selatan.
Yang membuat terminal ini unik adalah proses pengelolaannya yang berfokus pada pelayanan penumpang lokal dan pendekatan berbasis komunitas. Terminal ini menjadi tempat di mana penumpang, sopir, hingga pedagang kecil membangun ekosistem ekonomi yang hidup.
2. Rute dan Jurusan
Berbeda dengan Terminal Daya yang lebih banyak melayani bus besar, Terminal melayani mobil-mobil penumpang jenis mikrolet, pete-pete, dan bus sedang. Beberapa rute yang populer antara lain:
| Jurusan | Kabupaten/Kota Tujuan | Estimasi Tarif (2025) | Waktu Tempuh |
|---|---|---|---|
| Makassar – Gowa | Sungguminasa, Pallangga | Rp 10.000 – Rp 15.000 | 30–45 menit |
| Makassar – Takalar | Pattallassang, Takalar Kota | Rp 15.000 – Rp 20.000 | 1–1,5 jam |
| Makassar – Jeneponto | Bontosunggu, Binamu | Rp 25.000 – Rp 35.000 | 2–3 jam |
| Makassar – Bantaeng | Bantaeng Kota | Rp 35.000 – Rp 45.000 | 3–4 jam |
| Makassar – Bulukumba | Ujung Bulu | Rp 50.000 – Rp 60.000 | 4–5 jam |
| Makassar – Sinjai | Sinjai Utara | Rp 60.000 – Rp 70.000 | 5 jam |
| Makassar – Selayar (via Pelabuhan Bira) | Benteng | Rp 100.000 – Rp 150.000 | 8–9 jam (termasuk ferry) |
Selain rute-rute tersebut, Terminal Malengkeri juga melayani angkutan lokal untuk wilayah selatan Makassar, yang sering dimanfaatkan pekerja komuter setiap hari.

3. Fasilitas Terminal Malengkeri
Walaupun tidak sebesar Terminal Daya, Terminal dilengkapi fasilitas yang cukup memadai untuk mendukung kenyamanan penumpang:
Ruang tunggu penumpang yang teduh dan bersih
Area parkir yang luas untuk angkutan umum dan kendaraan pribadi
Kios makanan dan warung kopi khas Makassar
Pos keamanan yang siaga 24 jam
Layanan informasi trayek dan pembelian tiket
Mushola dan toilet umum
Area UMKM lokal yang menjual oleh-oleh khas Gowa hingga Takalar
Fasilitas ini menjadikan terminal bukan hanya titik transit, tetapi juga tempat singgah yang nyaman bagi para pelancong.
Baca juga : Terminal Puuwatu Kota Kendari
4. Peran Sosial-Ekonomi
Terminal memiliki peran penting bagi masyarakat sekitar. Banyak warga yang menggantungkan hidup dari aktivitas di terminal, seperti pedagang kaki lima, juru parkir, hingga pengemudi pete-pete.
Selain itu, terminal ini juga menjadi pusat distribusi barang skala kecil, terutama untuk kebutuhan pasar tradisional di Makassar dan daerah sekitarnya. Komoditas pertanian dari Jeneponto, Bantaeng, dan Bulukumba sering masuk melalui terminal ini sebelum didistribusikan ke berbagai pasar di kota.

5. Keunikan Terminal Malengkeri yang Tidak Dimiliki Terminal Lain
Dominasi Pete-Pete: Terminal ini masih mempertahankan moda angkutan khas Makassar, yaitu pete-pete, yang jarang ditemui di terminal besar lain.
Rasa Kekeluargaan: Hubungan antara sopir, penumpang, dan pedagang sangat erat sehingga menciptakan suasana terminal yang lebih humanis.
Dekat dengan Permukiman Padat: Lokasi terminal ini sangat strategis karena dekat dengan kawasan hunian, sehingga memudahkan akses bagi penumpang harian.
Akses ke Wisata Selatan Sulawesi: Terminal Malengkeri adalah gerbang utama menuju destinasi wisata populer seperti Pantai Bira di Bulukumba atau Tanjung Bira di Selayar.
6. Tips Menggunakan Terminal Malengkeri
Jika Anda berencana bepergian dari Terminal Malengkeri, berikut beberapa tips yang bisa membantu:
Datang Lebih Awal: Terutama saat akhir pekan atau musim liburan.
Tanyakan Trayek Langsung ke Sopir: Banyak rute fleksibel yang tidak selalu tercatat di papan trayek.
Siapkan Uang Tunai: Sebagian besar angkutan belum mendukung pembayaran digital.
Cicipi Kuliner Lokal: Jangan lewatkan sarabba (minuman jahe khas Makassar) yang dijual di sekitar terminal.
Waspadai Barang Bawaan: Meski aman, tetap jaga barang bawaan Anda saat terminal ramai.
7. Masa Depan Terminal Malengkeri
Pemerintah Kota Makassar berencana menata Terminal Malengkeri menjadi terminal terpadu dengan sistem e-ticketing, CCTV modern, dan area UMKM yang lebih luas. Harapannya, terminal ini bukan hanya menjadi pusat transportasi, tetapi juga ikon mobilitas selatan Makassar yang mampu meningkatkan perekonomian lokal.
✅ Kesimpulan:
Terminal Malengkeri bukan hanya terminal biasa. Ia adalah simpul transportasi, pusat aktivitas ekonomi rakyat, sekaligus gerbang menuju pesona selatan Sulawesi. Dengan pengelolaan yang semakin baik, terminal ini diprediksi akan semakin vital dalam mendukung mobilitas masyarakat Sulawesi Selatan di masa depan.





