Terminal Seruni Cilegon Banten

Terminal Seruni Cilegon

Terminal Seruni merupakan salah satu terminal utama di Kota Cilegon, Banten. Terminal ini dibangun sebagai bagian dari strategi penataan transportasi perkotaan agar arus angkutan umum lebih tertib dan tidak lagi bergantung pada titik-titik liar seperti area pintu Tol Cilegon Timur. Sejak mulai dioperasikan sekitar tahun 2013, Terminal Seruni Cilegon terus mengalami perkembangan, tantangan, serta upaya pembenahan demi memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat.

Lokasi dan Karakteristik Terminal Seruni Cilegon

Terminal Seruni berada di wilayah Kedaleman, Kecamatan Cibeber, Cilegon. Terminal ini berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 2 hektar. Statusnya tergolong sebagai terminal tipe C, yang berarti melayani angkutan dalam kota serta angkutan antarkota jarak pendek. Meski demikian, dalam praktiknya terminal ini juga menjadi titik transit bagi sebagian bus AKDP dan beberapa armada antarkota.

Posisinya sangat strategis karena dekat dengan jalur ekonomi Kota Cilegon, kawasan industri, serta akses menuju Serang dan Anyer. Terminal ini juga cukup dekat dengan jalan protokol dan akses menuju kawasan perumahan serta pusat perdagangan.

Riwayat Pembangunan

Terminal Seruni dibangun untuk menjawab kebutuhan penataan transportasi di Cilegon, terutama karena sebelumnya aktivitas naik-turun penumpang banyak terjadi secara sembarangan pada titik-titik padat lalu lintas. Sejak dioperasikan sekitar 2013:

  • Pemerintah daerah berharap terminal ini menjadi pusat mobilitas angkutan umum kota.

  • Terminal Seruni dirancang sebagai hub bagi angkot lokal serta bus trayek Cilegon–Serang–Jakarta, sekaligus mengurangi kemacetan akibat aktivitas bus yang berhenti di sembarang tempat.

  • Beberapa kali dilakukan kajian teknis mengenai kelayakan operasional, kapasitas, dan sirkulasi kendaraan di area terminal.

Terminal Seruni 2

Fasilitas di Terminal Seruni

Meskipun merupakan terminal tipe C, fasilitas Terminal Seruni cukup lengkap untuk mendukung kenyamanan penumpang dan operator transportasi. Fasilitas yang tersedia antara lain:

1. Area dan Sirkulasi Kendaraan

  • Jalur keluar–masuk kendaraan terpisah.

  • Area parkir bus, angkot, dan kendaraan pribadi.

  • Spot transit yang memungkinkan perpindahan moda tanpa mengganggu arus kendaraan.

2. Fasilitas Penumpang

  • Ruang tunggu penumpang dengan kursi yang memadai.

  • Mushola.

  • Toilet umum.

  • Kantin atau warung kecil.

  • Tempat istirahat bagi sopir dan kru bus.

3. Fasilitas Pengelolaan

  • Kantor administrasi dan pos pengawasan.

  • Area pemeriksaan dan pengecekan armada (ramp check).

  • Ruang petugas Dishub dan terminal.

Fasilitas tersebut tidak seluruhnya sempurna sejak awal. Sejumlah fasilitas seperti taman, warung, dan area istirahat pernah mengalami kekurangan dan baru diperbaiki secara bertahap.

Trayek dan Layanan Transportasi

Terminal Seruni melayani berbagai jenis angkutan:

1. Angkutan Dalam Kota (Angkot)

Beberapa angkot trayek dalam kota beroperasi di terminal ini. Salah satu trayek yang dikenal adalah jalur Cilegon–PCI serta trayek ke wilayah perumahan sekitar Kota Cilegon.

2. Bus AKDP (Antarkota Dalam Provinsi)

Bus tujuan Serang, Merak, dan beberapa daerah lain di Banten sering menggunakan terminal ini sebagai titik keberangkatan maupun transit.

3. Bus AKAP (Antarkota Antarprovinsi)

Walaupun tidak besar, sebagian bus jurusan Jakarta dan kota di Jawa Barat kadang singgah untuk menaikkan atau menurunkan penumpang saat jam tertentu.

Permasalahan dan Tantangan Operasional

Sejak beroperasi, Terminal Seruni menghadapi berbagai kendala yang membuat fungsinya tidak selalu optimal.

1. Minimnya Bus dan Penumpang Masuk Terminal

Salah satu persoalan terbesar adalah rendahnya minat bus untuk masuk ke terminal. Banyak armada lebih memilih berhenti di luar terminal karena alasan kepraktisan atau karena penumpang sendiri lebih memilih menunggu di pinggir jalan.

Hal ini menyebabkan:

  • Terminal terlihat sepi.

  • Pendapatan terminal tidak optimal.

  • Aktivitas transportasi berpindah ke luar terminal dan mengganggu ketertiban lalu lintas.

2. Ketergantungan pada Area Pintu Tol

Sebelum terminal ini dibangun, aktivitas naik-turun penumpang sering terjadi di kawasan pintu tol Cilegon Timur. Hingga kini kebiasaan tersebut belum hilang sepenuhnya, sehingga fungsi terminal tidak maksimal.

3. Kemacetan di Sekitar Terminal

Kesemrawutan lalu lintas di sekitar terminal, terutama di persimpangan jalan utama, sering menimbulkan kemacetan. Penyebabnya antara lain:

  • Parkir liar.

  • Banyaknya kendaraan pribadi dan angkutan umum berhenti di luar terminal.

  • Arus kendaraan industri dari pabrik-pabrik sekitar.

4. Fasilitas yang Belum Merata

Pada masa awal pemanfaatan, beberapa fasilitas dinilai tidak memadai. Meski sudah banyak pembenahan, sebagian fasilitas belum bekerja maksimal.

Terminal Seruni

Upaya Revitalisasi Terminal Seruni

Agar terminal kembali berfungsi sebagai simpul transportasi utama, sejumlah langkah pernah dan sedang dilakukan oleh pemerintah daerah.

1. Perbaikan Fasilitas

Menjelang masa libur besar seperti Lebaran, pihak terminal melakukan pembenahan, mulai dari pengecatan, perbaikan ruang tunggu, hingga pembersihan area.

2. Pemeriksaan Kelayakan Armada

Dilakukan pemeriksaan secara berkala terhadap armada bus yang berangkat dari Terminal Seruni untuk memastikan keamanan penumpang.

3. Usulan Penerapan Sistem Wayfinding

Pengembangan konsep wayfinding atau sistem orientasi ruang direkomendasikan dalam beberapa kajian. Sistem ini mencakup:

  • Penataan ulang jalur pejalan kaki.

  • Pengaturan sirkulasi kendaraan.

  • Pemasangan penunjuk arah yang jelas.

  • Desain visual yang memudahkan orientasi penumpang.

Tujuannya: membuat terminal lebih tertata, intuitif, dan ramah pengguna.

4. Potensi Pengembangan Ekonomi

Terminal Seruni memiliki potensi besar untuk dijadikan pusat kegiatan ekonomi lokal, misalnya:

  • Sentra kuliner.

  • Gerai UMKM.

  • Pusat oleh-oleh khas Cilegon.

  • Area kegiatan komunitas lokal.

Jika potensi ini dioptimalkan, terminal bisa menjadi ruang interaksi publik, bukan sekadar titik transit.

Peran Sosial dan Ekonomi

Terminal Seruni bukan hanya infrastruktur transportasi, tetapi juga memiliki dampak sosial-ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat.

1. Mengurangi Beban Jalan Raya

Jika berfungsi optimal, terminal ini mampu memindahkan aktivitas naik-turun penumpang dari jalan raya ke area yang lebih aman dan tertib.

2. Mendukung Mobilitas Pekerja Industri

Kota Cilegon merupakan kota industri. Banyak pekerja dari daerah sekitar mengandalkan angkot dan AKDP untuk mobilitas harian.

3. Meningkatkan Aktivitas Ekonomi

Pedagang kecil, usaha kuliner, serta pelaku UMKM sangat diuntungkan jika terminal ramai dan aktif.

Arah Pengembangan ke Depan

Agar Terminal Seruni dapat menjalankan fungsi sepenuhnya, beberapa langkah strategis perlu menjadi prioritas:

  1. Penertiban aktivitas transportasi di luar terminal.

  2. Pembenahan dan modernisasi fasilitas terminal.

  3. Kerja sama dengan operator angkutan untuk menambah trayek dan intensitas masuk terminal.

  4. Promosi dan pengembangan kawasan terminal sebagai pusat ekonomi rakyat.

  5. Pembangunan akses yang lebih ramah pejalan kaki dan transportasi daring.

Jika semua langkah ini dilakukan secara konsisten, Terminal Seruni dapat menjadi terminal yang modern, nyaman, dan menjadi bagian penting dari mobilitas Kota Cilegon.

Baca juga : Terminal Pondok Cabe

Penutup

Terminal Seruni Cilegon memiliki potensi besar sebagai simpul transportasi penting di Banten. Namun, keberhasilan terminal ini sangat bergantung pada kombinasi pembenahan fasilitas, peningkatan kedisiplinan operator, perubahan kebiasaan masyarakat, dan strategi pengembangan jangka panjang. Dengan pengelolaan yang tepat, Terminal Seruni dapat berkembang menjadi terminal yang tertata, hidup, dan mendukung ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *